jump to navigation

Refleksi

Berapa Banyak Waktu yang Kau Sediakan Untuk Alloh?

Judul diatas adalah sebuah renungan yang layak untuk ditanyakan kepada diri kita masing-masing dan so pasti saya sebagai penulis. Sudah berapa banyakkah waktu yang kita sediakan untuk berkomunikasi dengan Alloh?. Waktu yang selayaknya melebihi waktu yang kita sediakan untuk bekerja, berkegiatan, berorganisasi dan lain sebagainya. Lho, bukannya seluruh aktifitas yang kita lakukan karena Alloh termasuk ibadah? Ya tentu saja ibadah cakupannya luas. Tetapi maksud saya  adalah waktu bercengkrama khusus dengan Alloh, seperti kita yang selalu meluangkan waktu khusus kita untuk curhat dengan teman terdekat kita, istri/suami kita bagi yang sudah menikah karena saya belum (hehe), waktu khusus untuk chatting dan online di hadapan komputer. Waktu yang biasanya kita rasakan sangat cepat berlalu karena kita menikmati waktu-waktu spesial tersebut.

Coba hitung-hitung berapa jamkah yang mampu kita habiskan untuk membaca surat-surat cinta yang bertebaran dari Alloh di dalam Al quran? Berapa banyakkah yang telah kita resapi dan coba kita renungkan untuk kita aplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari? Berapa banyak pula pikiran yang kita kerahkan untuk mempertanyakan situasi yang terjadi pada diri kita dan di sekitar kita sehingga buku manual hidup kita sebagai manusia (Al quran) mampu menjadi pegangan dan pedoman yang menyita perhatian kita setiap waktu.

Saya tidak berbicara tentang Anda yang membaca. Saya berbicara tentang diri saya sendiri. Saya sering asyik masyuk dan lupa waktu kalau sedang online, chatting atau membuka situs-situs pertemanan sosial. Bayangkan! Bisa sampai dua atau tiga jam tanpa beban, kadang tanpa makan dan kadang tanpa batasan!. Saya seolah-olah sangat optimis malaikat pencabut nyawa masih rehat untuk mengambil nyawa saya. Di dalam hati kecil saya, saya tahu bahwa saya telah berlaku tidak adil kepada diri saya sendiri, kepada Alloh dan kepada orang lain. Bagaimana tidak, jika saya menghabiskan waktu di hadapan komputer berlama-lama tanpa manfaat yang jelas, maka saya telah mendlolimi diri saya sendiri. Mata jadi pucat, badan lemas dan banyak teman saya yang juga terbuang waktunya dengan percuma hanya karena mengobrol yang tidak perlu dengan saya.

Sekarang mari kita bandingkan dengan waktu curhat kita dengan Alloh? Padahal Alloh selalu membuat date dengan kita setiap malam di sepertiga malam terakhir. Bahkan ia menjamin menghilangkan kesusahan kita, beban beban hidup kita dan keresahan-keresahan hati kita yang selalu berubah menjadi raksasa penakut kita untuk menghadapi kehidupan. Alloh berjanji dan dia tidak pernah mengingkarinya bahwa ia akan menghadiahi kita kelezatan iman jika kita setia dengan pertemuan-pertemuan yang dia tentukan waktunya dengan kita. Alloh rindu saat  kita bersedia menyediakan waktu kita seperti kita rela terburu-buru untuk datang ke tempat kita bekerja jika kita terlambat. Alloh menunggu diri kita untuk disiplin seperti jika kita disiplin masuk dan keluar kelas jika bel belum berdering. Alloh merindukan kita untuk menjadi sosok yang menangis jika tidak mampu memenuhi tugas yang diberikan bos kita dan menyesal serta meminta maaf dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi dan berjanji akan berbuat lebih baik di kemudian hari. Berapa? Berapakah waktu yang engkau sediakan wahai diri untuk menganggap Alloh di dalam kehidupanmu. Jika kau merasa waktu yang kau sediakan belum cukup. Maka mulailah saat ini berlaku setia kepada Alloh maka kehidupan yang kau  rasa sulit tinggal menunggu beberapa saat saja dari ucapan kun fayakun dari Alloh.  Ia akan memelukmu untuk mencapai impian-impianmu. Alloh rindu kepadamu. Berikanlah waktumu sedikit saja. Alloh sangatlah pencemburu. Jangan sampai ia meninggalkanmu.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: