jump to navigation

Mentimun dari TPA Mei 1, 2011

Posted by azkyalfahd in Refleksi.
trackback

Sore kemarin saya menyaksikan fenomena yang tidak biasa. Bagaimana tidak biasa, seorang ibu-ibu pemulung sedang asyik membersihkan dua buah mentimun yang dikerubungi lalat. Sang ibu menemukan mentimun itu di lahan tempatnya bekerja (TPA) anda tahu kan TPA? Bukan Taman Pendidikan Al Quran tetapi Tema Tempat Pembuangan Akhir sampah-sampah rumah tangga yang anda dibuang dan dikumpulkan menjadi bergunung-gunung sarang penyakit. Tempat yang suatu waktu pernah merenggut beberapa nyawa karena gunungan itu meledak akibat gas metana. Tetapi sang ibu pemulung tidak peduli, ia tetap mengunyah makanan sisa itu walaupun entah rasanya bagaimana. Saya hanya bisa menangis perih dan sesak menyaksikan pemandangan seperti itu.

Di negri yang kaya sumber daya alam buah-buahan dan sayuran ini tetapi penduduknya masih memungut sisa-sisa makanan busuk dari tempat yang tidak kalah busuk baunya. Saya menangis bukan karena tidak tega sang ibu memakan mentimun itu tetapi saya iri dengan sang ibu yang penuh syukur dengan makanan yang sudah tidak thayyib (baik dan maslahat) itu. Di wajahnya tidak sedikitpun tampak keluh kesah seperti yang sering aku lakukan. Ya, aku yang terlalu banyak mengeluh kepada Alloh karena Ia belum berkenan mengabulkannya.

Sang ibu, ia memahami hakikat bersabar dan menjadi teladan berjalan yang lebih berpengaruh daripada sekedar teks-teks di atas kertas seorang penulis buku agama dan lebih agung daripada penceramah dengan kata-katanya. Lewatnyalah aku hari ini belajar : “Jangan pernah menyia-nyiakan sekecil apapun makanan yang kita peroleh dari Alloh”. Jika kita makan, jangan lupa berdoa agar makanan yang kita makan menjadi barokah dan menjadi energi yang membuat kita melakukan amal shalih dan jangan lupa pula berbagi dengan tetangga di sekitar kita, terutama jika tetangga kita adalah orang yang memang kekurangan.

Rasulullah mewanti-wanti kita untuk memperbanyak kuah jika memasak sayur dan membagi-bagikannya kepada tetangga. Sungguh nasihat yang mulia dari pribadi yang mulia. Sekarang pertanyaannya apakah kita masih akan tertidur lelap sementara saudara-saudara kita di sana masih memungut sisa-sisa makanan yang kita buang percuma di tong sampah? Ya Alloh jauhkanlah negri ini dari kedzaliman para pemimpin dan penduduknya. Jadikan negri ini negri barokah yang engkau ridloi rahmati dan cintai.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: