jump to navigation

SATU HARI SATU LEMBAR SATU DETIK SATU ANUGERAH Januari 21, 2010

Posted by azkyalfahd in Refleksi.
trackback

By azky al- fahd

Satu hari satu lembar, ya memang menulis bukan sesuatu yang mudah tapi pernahkah kamu bayangkan jika satu hari satu lembar kau tuliskan sesuatu, apapun itu sedikit demi sedikit akan menjadi lembaran-lembaran yang bisa kau kumpulkan menjadi sebuah buku.

Pernahkah kamu menonton film one litre of tears, film ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan di negri sakura, umurnya kira-kira 15 tahun ketika ia tiba-tiba diserang penyakit aneh yang menyerang otaknya sehingga perlahan namun pasti dirinya menjadi lumpuh, satu persatu kemampuan geraknya hilang. Mulai dari tidak dapat berjalan dengan normal tidak dapat berdiri, tidak dapat berbicara dan akhirnya hanya bisa berbaring tak berdaya di atas ranjangnya. Namun sebelum segala sesuatunya memburuk, sang dokter menyarankan dirinya untuk menuliskan segala sesuatu yang dia alami ke dalam sebuah buku diary. Ajaibnya, karena dengan tekad yang kuat serta dengan motivasi yang tinggi bahwa dia merasa tidak mempunyai banyak waktu ia mampu menghasilkan buku yang sangat berpengaruh. Ia mengisahkan hari demi hari kehidupannya yang ia jalani seiring perjuangannya menghadapi penyakit. Buku ini akhirnya menjadi buku yang laris terutama di negri jepang sehingga saking menyentuhnya para produser film di Indonesia pun tak dapat menahan dirinya untuk mengadaptasi kisah tersebut yang pada awalnya berjudul one litre of tears atau buku harian Aya menjadi buku harian nayla.

Coba kamu hitung berapa usiamu, sekarang jika usiamu masih lima belas tahun umpamanya kamu masih punya banyak waktu lebih dibandingkan dengan orang yang usianya jauh lebih tua darimu. Jika kita menghitung umpamanya umur kamu 45 tahun lagi berarti kamu masih punya waktu untuk menulis sekitar 45×365 hari berarti 16425 hari yang kamu punya dan otomatis kamu punya kurang lebih 16 ribu halaman.

Sekarang perhatikan buku-buku yang ada, satu buku bisa terdiri dari 200 halaman atau 300 halaman dan itu sudah termasuk banyak lho. Jika kita bagi lembar demi lembar yang kamu tulis itu tadi menjadi sebuah buku, saya tanya berapa banyak buku yang bisa kamu hasilkan dengan hanya menulis satu lembar perhari? Luar biasa ya, kamu dapat mengarang sedikitnya 80 buku dengan masing-masing bukunya 200 halaman. Sekali lagi selamat kamu sudah bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

Tetapi pertanyaannya sudahkah kita memulainya. Mungkin kamu semua tersenyum dan mesem-mesem “ya, belum” atau yang sudah mulai sekarang lebih sadar bahwa potensi yang Alloh berikan kepada kita berupa waktu bisa menjadi sesuatu yang besar dan istimewa baik di hadapan diri kita sendiri lebih-lebih dihadapan orang lain.

Sekarang tinggal tekad kita dan ke istimraran (kontinyuitas) kita dalam merangkai langkah dan menyusun helai demi helai sulaman yang kita inginkan. Jangan pernah berhenti di tengah jalan. Jangan mudah kalah oleh kemalasan kita. Jangan menyerah pada keadaaan yang selalu melemahkan kita untuk berprestasi. Kapanpun dimanapun kita masih punya kesempatan untuk berbuat.

Kamu tahu apa yang mendorong Aya dalam one litre of tearsnya sehingga dapat memunculkan tulisan yang hebat? Satu yaitu kesadaran bahwa dia tidak lama akan meninggal. Kecerdasan yang hanya dimiliki biasanya oleh orang yang dekat dengan kematian. Kecerdasan yang biasa dimiliki dan disadari kebanyakan pada saat usia senja pada saat manusia menderita penyakit, pada saat dihinggapi ketakutan yang luar biasa. Oleh karenanya pantaslah kecerdasan ini adalah kecerdasan yang paling ditekankan oleh Rosulullah SAW 1400 tahun yang lalu.

Rasulullah bertanya kepada para sahabat siapakah orang yang paling cerdas? Lalu rosul pun meneruskan dengan ucapan “yaitu orang yang paling banyak mengingat kematian”. Betapa tidak orang yang sadar bahwa kematian menghampirinya setiap saat akan begitu menghargai waktu dan kesempatan yang ia miliki, waktu yang tidak dapat dibeli dengan uang yang berlimpah, harta yang banyak dan tidak dapat ditukar dengan sesuatu apapun. Apakah kita bisa memutar balik waktu yang telah kita lewati dengan perhiasan yang kita miliki? Apakah kita bisa memohon agar kita mendapat kesempatan kedua kalinya?.”oh tentu tidak tuan!”( dengan aksen tuan Baron)

Sekarang kita baru meresapi makna surat Al ‘Ashr yang sering diulang-ulang imam ketika sholat berjamaah ataupun surat yang ribuan kali dikemukakan di atas mimbar mesjid oleh sang ustadz “Demi masa, sesungguhnya manusia itu sangat merugi “, lho kenapa manusia merugi? Karena setiap detik yang berlalu itu merupakan modalnya.

Kita bayangkan jika seorang pedagang beras memikul dua karung beras di atas pundaknya dan di kedua karungnya terdapat lubang yang menyebabkan beras yang ia bawa sedikit demi sedikit berkurang. Ya, beras yang ia akan jual mau tidak mau berkurang seiring perjalanannya. Jika dia menjual beras itu sesegera mungkin maka ia akan mendapatkan keuntungan dari berasnya itu, namun jika ia banyak berdiam diri saja tentu saja dia akan merugi setiap saat dan mungkin tak akan mendapat keuntungan sepeserpun karena modalnya telah habis di jalanan. Begitu pula usia kita yang terbagi ke dalam detik demi detik bisa menguntungkan ataupun mebangkrutkan kita jika tidak kita segera isi dengan amal sholeh. “Illaladziina aamanuu wa ‘amilusshalihaati watawashoubil haqqi watawaaashoubishobr” kecuali orang yang beriman beramal shaleh dan saling menasehati dengan kebenaran dan kesabaran.

Oleh karena itu sudah saatnyalah kita manfaatkan kecerdasan yang kita milki serta kesadaran akan begitu pentingnya dan berharganya waktu kita mari kita isi lembar-demi lembar tulisan kita dengan tinta yang mengukir kebenaran serta kesabaran mudah-mudahan menjadi amal sholeh yang so pasti menguntungkan.

*)Ditulis saat rasa malas menulis hadir

Komentar»

1. rizqie - Januari 21, 2010

sangat mengena…syukran atas nasihat yang berharga..:)

azkyalfahd27 - Januari 21, 2010

syukron teh udah komen hehe.. mudah-mudahan s2 lancar-car-car..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: