jump to navigation

THE FASTEST AND CRAZY WAY TO BOOST YOUR ENGLISH SKILL Oktober 19, 2011

Posted by azkyalfahd in English.
add a comment

What is the fastest way to learn English effectively? That could be one of the most frequently questions asked by many learners of English language. That question had also come to my mind when I was still in my first year of study at English department. I was always envious at that time, because one of my friends named Adonia was always the person that could speak and answer the lecturer’s questions about the lesson (of course in English) fluently. I was not only the one who was very jealous. My friends also wondered how Adonia could speak and answer such a question with absogodamnlutely brilliant fluency. Why? How? For your information, He was one of the students that never gets score other than A. He has never been abroad before but his level of fluency was just like foreigner. A smart person could measure the sentence, structure and the universe of vocabulary that comes from his conversation was very very amazing.

One day, I dare myself to answer the question that dwelled in my brain. I asked Adonia to investigate what had happened to him that he was very smart at talking in English. “Don, how could you have that skill?” I Asked. What skill? He answered. “You were so amazing don. We wondered how you could speak so fluently and confidently. Do you join some English club or something? Have you ever been abroad? Or probably because you are a Christian you attend the seminary that the speech is delivered in English?  I asked him with much excitement. And you know what? No one of my guess was right. He’s never been abroad, He joined no English club and He attended the church but the speech was delivered in Bahasa. So what is your secret don? Do you learn English with your partner or may be one of your parents is European? (This question is probably one of the most stupid questions I asked because none of signs attached to him that shows his parents are European, the true fact that he is Bataknese hahaha). So What? What is your secret? I looked at his face excitingly waiting and waiting to hear the most important information as a cook waiting to hear the secret receipt from his master. He thought a moment. “The secret is just me, “that’s all” He said. “What do you mean” I wondered. “Yeah, the secret is just me, I learn English by myself, I talked to myself, everyday Adonia talks to Adonia with a mirror in front of me of course hehe” he smiled.  I could not believe his answer. His secret was just talking to his twin in front of the mirror. Isn’t that ridiculous? Just like a moron, and idiot and an autistic child. I think I don’t want to add some crazy guys in this world by talking to myself in front of a mirror. Oh my god, how could he think such a crazy idea!

 After that moment, I never asked him more question about how to improve my English skills. You may ask why I did it. But you know what? I tried his secret. Adonia was totally right. Sometimes we need to be crazy to achieve what we want despite the challenge. To talk to ourselves is not a big deal. Besides who cares if you talk to yourself through a mirror?. Who cares buddy? Ridiculous?, Yeah! So What? the fact that Adonia was successful with his way made me aware that everything has its own path to improve and grow. And to my amazement, Adonia’s tips had worked to me.

So if you have problems with your speaking skills try to get up earlier and read aloud some conversation or dialogue and talk to your friend (which is still you in the mirror) exaggeratingly as if you were talking to someone else. You may also want to read some speech of important person for example John. F. Kennedy, Barack Obama etc.  It is your choice but please, believe me and be a crazy person for a while. Then, look at what happens to your English skill.

Surat dari Iblis September 27, 2011

Posted by azkyalfahd in Puisi.
1 comment so far

Hahahaha……

Berhasil ku meluluhlantahkan Indonesia

Kujerat para penguasanya menjadi budak rentenir

Kutelanjangi gadis-gadisnya dengan sukarela

Kusodorkan Madonna, Beyonce dan Paris Hilton

Mereka tidak usah takut , di tahun-tahun mendatang aku masih punya banyak stok idola baru

 

Well, kusibukkan para pemuda dengan facebook, twitter dan situs lain

yang kau pun tahu tentunya

Kubuat mereka bercanda ria tanpa beban

tak ingat waktu

Targetku untuk mereka supaya

begadang pun menjadi kegiatan rutin

Agar mereka di pagi hari tertidur lelap

Di saat kami bekerja keras menuai hasil

Mereka semakin bodoh, pelupa dan loyo

 

Aku puas

Hingga Aku tidak perlu menonton acara lawak di depan televisi

Karena aku puas tertawa  mendapat triliyunan dari acara yang kami buat untuk mereka

Kami bangga dan akan terus bangga menyesatkan kalian wahai penduduk negri yang kaya sumber daya

Biarlah kami yang mengurus semuanya

Dan kau senang-senang saja selamanya

Sampai akhir menutup mata

Sampai jumpa di   neraka

Tertanda,

Iblis dkk.

Azky Alfahd 27-11-2011

Berapa Banyak Waktu yang Kau Sediakan Untuk Alloh? September 13, 2011

Posted by azkyalfahd in Refleksi.
add a comment

Judul diatas adalah sebuah renungan yang layak untuk ditanyakan kepada diri kita masing-masing dan so pasti saya sebagai penulis. Sudah berapa banyakkah waktu yang kita sediakan untuk berkomunikasi dengan Alloh?. Waktu yang selayaknya melebihi waktu yang kita sediakan untuk bekerja, berkegiatan, berorganisasi dan lain sebagainya. Lho, bukannya seluruh aktifitas yang kita lakukan karena Alloh termasuk ibadah? Ya tentu saja ibadah cakupannya luas. Tetapi maksud saya  adalah waktu bercengkrama khusus dengan Alloh, seperti kita yang selalu meluangkan waktu khusus kita untuk curhat dengan teman terdekat kita, istri/suami kita bagi yang sudah menikah karena saya belum (hehe), waktu khusus untuk chatting dan online di hadapan komputer. Waktu yang biasanya kita rasakan sangat cepat berlalu karena kita menikmati waktu-waktu spesial tersebut.

Coba hitung-hitung berapa jamkah yang mampu kita habiskan untuk membaca surat-surat cinta yang bertebaran dari Alloh di dalam Al quran? Berapa banyakkah yang telah kita resapi dan coba kita renungkan untuk kita aplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari? Berapa banyak pula pikiran yang kita kerahkan untuk mempertanyakan situasi yang terjadi pada diri kita dan di sekitar kita sehingga buku manual hidup kita sebagai manusia (Al quran) mampu menjadi pegangan dan pedoman yang menyita perhatian kita setiap waktu.

Saya tidak berbicara tentang Anda yang membaca. Saya berbicara tentang diri saya sendiri. Saya sering asyik masyuk dan lupa waktu kalau sedang online, chatting atau membuka situs-situs pertemanan sosial. Bayangkan! Bisa sampai dua atau tiga jam tanpa beban, kadang tanpa makan dan kadang tanpa batasan!. Saya seolah-olah sangat optimis malaikat pencabut nyawa masih rehat untuk mengambil nyawa saya. Di dalam hati kecil saya, saya tahu bahwa saya telah berlaku tidak adil kepada diri saya sendiri, kepada Alloh dan kepada orang lain. Bagaimana tidak, jika saya menghabiskan waktu di hadapan komputer berlama-lama tanpa manfaat yang jelas, maka saya telah mendlolimi diri saya sendiri. Mata jadi pucat, badan lemas dan banyak teman saya yang juga terbuang waktunya dengan percuma hanya karena mengobrol yang tidak perlu dengan saya.

Sekarang mari kita bandingkan dengan waktu curhat kita dengan Alloh? Padahal Alloh selalu membuat date dengan kita setiap malam di sepertiga malam terakhir. Bahkan ia menjamin menghilangkan kesusahan kita, beban beban hidup kita dan keresahan-keresahan hati kita yang selalu berubah menjadi raksasa penakut kita untuk menghadapi kehidupan. Alloh berjanji dan dia tidak pernah mengingkarinya bahwa ia akan menghadiahi kita kelezatan iman jika kita setia dengan pertemuan-pertemuan yang dia tentukan waktunya dengan kita. Alloh rindu saat  kita bersedia menyediakan waktu kita seperti kita rela terburu-buru untuk datang ke tempat kita bekerja jika kita terlambat. Alloh menunggu diri kita untuk disiplin seperti jika kita disiplin masuk dan keluar kelas jika bel belum berdering. Alloh merindukan kita untuk menjadi sosok yang menangis jika tidak mampu memenuhi tugas yang diberikan bos kita dan menyesal serta meminta maaf dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi dan berjanji akan berbuat lebih baik di kemudian hari. Berapa? Berapakah waktu yang engkau sediakan wahai diri untuk menganggap Alloh di dalam kehidupanmu. Jika kau merasa waktu yang kau sediakan belum cukup. Maka mulailah saat ini berlaku setia kepada Alloh maka kehidupan yang kau  rasa sulit tinggal menunggu beberapa saat saja dari ucapan kun fayakun dari Alloh.  Ia akan memelukmu untuk mencapai impian-impianmu. Alloh rindu kepadamu. Berikanlah waktumu sedikit saja. Alloh sangatlah pencemburu. Jangan sampai ia meninggalkanmu.

Renungkanlah Generasi Muda Agustus 29, 2011

Posted by azkyalfahd in Puisi.
2 comments

Renungkanlah

Jika anda merasa selalu sibuk di masa muda

Mungkin itu adalah salah satu cara Alloh

Untuk menyelamatkan Anda dari melakukan hal yang sia-sia

Sehingga anda akan memanen hasil kerja keras

Anda di kemudian hari.

Dan jika anda tidak menyibukkan diri dengan hal yang baik

Maka anda akan disibukkan dengan hal yang buruk

Tentukan pilihan anda

Anda yang memegang kendali

 

Azky Al Fahd

HATI HATI DENGAN OPERATOR 959 MusicBox Agustus 15, 2011

Posted by azkyalfahd in Lain-lain.
2 comments

Hari ini dapat pengalaman pahit yang mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi yang lain. Sekitar pukul 16:29 dapat telepon dari nomor 959. Ini bukan kali pertamanya saya dapet telpon dari no 959. Dulu sih nggak penasaran karena takut penipuan. Eh, siapa yang tau ternyata tergoda juga untuk nelpon balik. Singkat cerita saya telpon balik setelah ngobrol dengan teman. Teman saya bilang mungkin itu telpon undian berhadiah.. haha dasar saya orang yang polos. Akhirnya saya telpon juga. Beberapa menit tidak ada sinyal jawaban dari 959 namun beberapa lama kemudian ada suara perempuan yang menjawab. Yang bikin kesel yang ngejawab itu ternyata mesin (BUKAN ORANG) dan berterimakasih kalau saya sudah berlangganan MusikBox. Astaghfirullohal ‘adziim dan ternyata saya pun diperas 2500/7hari. Ini sesuai dengan SMS yang saya terima beberapa saat setelahnya. “Permintaan berlangganan MusicBox telah diterima dan akan diproses dalam waktu 24 jam. Notifikasi akan dikirimkan melalui sms. SMS ini saya terima pukul 17:45. Pukul 17:50 saya dapet lagi SMS “Pelanggan yang terhormat, layanan MusikBox 959 telah berhasil. Tekan 959 untuk mendengarkan lagu. Biaya tarif 2500/7 Hari 250/minute. WHAT THE &*^%$#@…I’ve been robed by this @#$%&^%$# operator..

Nah, bagi saya mungkin ini musibah sekaligus pelajaran. What I can do is  just look at the bright side. At least, saya bisa berbagi dengan kawan-kawan untuk berhati-hati dengan operator 959 ini. PESAN BANG NAPI MANTAN OPERATOR 959 (Awas!!! Jangan sekali-kali mengangkat telepon dari nomor-nomor pendek seperti no. 959 ataupun menelpon balik kalau Anda tidak ingin TERPAKSA ganti nomor HP seperti penulis….Hiks hiks.. ASTAGFIRULLOHAL ‘ADZIIM…Bye Bye My beloved number….

TIGA BULAN TANPA TELEVISI DAN INSYA ALLOH SETERUSNYA Agustus 8, 2011

Posted by azkyalfahd in Refleksi.
add a comment

Kalau anda disuruh memilih untuk memiliki televisi atau tidak, mana yang akan anda pilih? Kalau saya sih mending nggak punya televisi. Lho kenapa? Soalnya memiliki televisi itu adalah godaan tersendiri. Bagi saya bisa diibaratkan mencoba rokok dan tidak mencoba rokok. Saya memilih untuk tidak mencoba, kenapa? Jawabannya adalah karena takut kecanduan. Dan saya tahu benar bahwa orang yang sudah kecanduan susah disembuhkannya. Kecanduan main game, kecanduan obat-obatan, kecanduan makan pete, hehe.. termasuk kecanduan nonton tv. Saya kira memang TV perlu sekali kali ditonton kalau ada informasi yang memang benar-benar penting, tapi kalau saya perhatikan, jangan jauh-jauh di keluarga dan teman-teman saya kebanyakan yang nonton TV itu hampir sedikitnya separuhnya adalah menonton iklannya daripada acaranya. Saya alhamdulilah sudah dua bulan tidak menonton televisi dan merasa hidup menjadi lebih hidup. Bisa lebih banyak merenung, bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk diskusi dengan keluarga. Pokoknya hidup lebih tenang, lebih bersyukur. Mungkin karena jika banyak menonton televisi, kecenderungan kita untuk ingin memiliki segala sesuatu yang tertampilkan akan meningkat dan subconscious mind (alam bawah sadar) kita dipenuhi dan disihir oleh junk information alias sampah informasi dari iklan. Misalnya HP baru, mobil baru,kacang polong baru, laptop baru, ciki baru, istri baru, eh wait a second yang ini mah belum punya, hehe.. (humor dikit biar ga ngacai baca artikelnya) Pokoknya kalau saya urut nih ya, keuntungan tidak nonton televisi ada beberapa :

  1. Waktu tidak terbuang dengan percuma
  2. Menyehatkan mata
  3. Lebih banyak waktu sharing (berbagi) dengan anggota keluarga
  4. Lebih tenang (menjaga pandangan dari melihat aurat yang ada di TV setiap detiknya)
  5. Cenderung tidak konsumeris
  6. Menghemat listrik
  7. Waktu untuk membaca, belajar, menghapal, menulis dan berkegiatan lain jadi lebih banyak
  8. Yang jelas makin produktif tidak banyak berangan-angan dan mengkhayal
  9. Menghemat listrik berarti termasuk mencegah global warming
  10. Menghindari pertumpahan darah karena berebut remote TV (lebay mode on).

Ya selanjutnya, terserah agan-agan deh mau pilih yang mana, kan udah tahu manfaat-manfaatnya. Yang jelas beneran deh hidup mejadi serasa lebih hidup. Enggak kaya zombie yang hidup nggak mati nggak. Melek tapi enggak sadar. Lagipula, memang hanya TV satu-satunya media mendapatkan informasi? Wake up man!! You just have to open your eyes…So let’s reduce watching television today.Period.

CANTIKNYA AGAMA Agustus 8, 2011

Posted by azkyalfahd in Puisi.
2 comments

Jika engkau ingin menikah dengan wanita karena kecantikannya

Serta ingin membanggakannya di hadapan orang lain

Yakinlah

Suatu hari kesombongan atas kecantikannya itulah

yang akan membuatmu menderita

Seumur pernikahanmu

 

Jika engkau menikahi wanita karena hartanya

Serta ingin terlihat kaya dihadapan temanmu

Yakinlah

Suatu hari harta itulah yang akan menyayat hatimu lewat kecongkakan istrimu

 

Jika engkau menikahi wanita karena keturunannya

Maka siapkanlah dirimu untuk dihina

 

Sebelum semuanya usai

Aku sahabatmu menyarankan

Nikahilah wanita karena agamanya

Sesungguhnya agama membuatmu bahagia di sisinya dan di sisi-Nya.

 

Dan ingatlah selalu, tiada wanita yang sempurna

Namun wanita beragama

Selalu berusaha menyempurnakan dirinya

Untuk dirimu dan terutama diri-Nya

Yang menggeggam jiwa kalian berdua

Salam sayang dan cinta

Sahabatmu yang setia

 

Azky Al Fahd

04-08-2011

A Prayer of a Weak Servant Agustus 8, 2011

Posted by azkyalfahd in Puisi.
add a comment


Again my tears trickle down

On this beautiful dawn

Not because I’m so hopeless

But because my sin that is countless

 

Lord, lend me a hand so I could stand

to face all the barriers you set up

to make myself tough

So I won’t look on the darks side

In every way that I tried

 

Oh My Lord

I won’t give up only because of this sadness

The sadness of loneliness, hopelessness and calamity

As I have you as the greatest, most generous and almighty

Alhamdulillah for everything

 

Azky Al Fahd (2010-11-17)

 

Sang Dermawan (Part 1) Agustus 8, 2011

Posted by azkyalfahd in Refleksi.
add a comment

Sang dermawan itu kukenal dua tahun yang lalu. Beliau adalah sosok yang sangat pemurah dan ramah. Usianya sekarang menginjak 40 tahunan namun wajahnya tidak menunjukkan usia yang sebenarnya. Hari itu aku menemuinya untuk membantu adikku yang sedang kebingungan mencari dana untuk acara haflah imtihan (sebuah acara kenaikan kelas/akhir tahun) di sekolahnya. Aku pun meminta seberkas proposal darinya dan bergegas pergi ke rumah sang dermawan di sore hari.

Kami berjanji untuk bertemu bakda maghrib. Di siang harinya aku mengantar ibuku ke rumah saudaraku yang akan menikah. Tepatnya di Riung Bandung. Setelah itu aku menemui temanku di kampus BSI di jalan Antapani, lalu bergegas pergi ke daerah Cibaduyut menemui sang dermawan. Sebelum waktu maghrib aku sudah sampai di komplek Sauyunan Mas.  Rumahnya yang besar kulewati, aku mengarah ke masjid. Di masjid hanya kutemukan sang qoyyimul masjid yang hendak mengumandangkan adzan maghrib. Sambil menunggu aku pun berwudlu dan melaksanakan sholat tahiyyatul masjid. Usai melaksanakan sholat maghrib berjamaah aku pun melaksanakan sunnah bakda mahrib. Aku melihat suami sang dermawan berada di dalam ruangan masjid namun beliau sedang melaksanakan sholat sunnah. Jadi aku pun tidak ingin mengganggunya (padahal malu ketemu,hehe). Aku pun keluar dan membuka telepon selularku. Satu pesan dari sang dermawan. Aku pun membaca: “Ka Zaki, gimana kalau besok saja ketemunya ya?”. Aku pun membalas dan mengiyakan namun aku punya satu permohonan bagaimana jika proposalnya diberikan hari ini ke suaminya dan aku akan mengambil infaqnya keesokan harinya. Eh malah beliau meneleponku secara langsung dan mengatakan aku harus ke rumahnya karena tadinya beliau tidak mengetahui aku sudah sampai di komplek sauyunan. Aku pun langsung menuju rumahnya. Kuketuk pintu depan dan tak lama kemudian pintu terbuka dan sebuah senyum khas menyapaku memberikan ucapan selamat datang, mantan murid privatku yang merupakan anak sang dermawan. Kuucap salam dan dia membalas. Dia mencium tanganku. Kami pun berbincang sebentar dan sejurus kemudian sang dermawan datang dengan senyum yang lebar dan mengungkapkan kerinduannya akan kedatanganku karena memang kami cukup lama tidak berjumpa. Sudah lama ya kita nggak ketemu. Iya bu, sudah lama kapan ya terakhir kita ketemu?. Kami berbincang ngalor-ngidul dan aku pun mengutarakan kedatanganku dan menyampaikan tentang proposal dari adikku. Tak lama kemudian dia pun memberikan uang sebesar Rp.400 ribu. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak bisa membantu banyak. Aku pikir wah kalau tidak bisa membantu banyak saja sudah sebegitu banyak, apalagi kalau bisa membantu banyak. Aku sangat iri dengan ibu ini. Beliau tidak silau dengan harta. Beliau mengatakan bahwa bukankah kita hanya dititipi oleh Alloh dan diri  kita pun hakikatnya adalah milik Alloh?. Aku sangat cemburu dengan penghayatannya akan kehidupan dan rasa syukurnya kepada Alloh jauh dibandingkan aku.

Saat aku berbincang dengan beliau tiba-tiba entah mengapa aku teringat akan istri teman kakak iparku yang mengidap kanker stadium akhir. Aku tahu ia sedang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Aku pun menceritakan kisah si pasien yang sudah parah keadaannya. Beliau pun langsung mengiyakan saat aku menawarkan dirinya untuk menjadi donatur. Iya saya mau saya mau. Ka zaki, ayah saya juga dulu mengidap penyakit kanker paru-paru. Dari ceritanya yang panjang lebar aku tahu selama satu tahun setengah beliau merawat dan mengasuh ayahnya. Usahanya saat itu pun menurun 80 persen. Sebutir obat yang harus dibeli harganya sebesar 500 ribu. Untuk obat saja dia harus menghabiskan 20 juta. Dengan beban yang begitu berat beliau hanya bisa menangis di hadapan Alloh. Beliau tidak pernah mengatakan penyakit sebenarnya kepada ayahnya. Saat perawat datang ke kamar, beliau lari ke ruang pasien dan mewanti-wanti agar sang perawat dan dokter tidak pernah mengatakan penyakit ayahnya yang sebenarnya (KANKER). Beliau naik turun tangga saat ada pelayat yang berkunjung. Mengapa? Untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang akan memberitahu ayahnya  tentang penyakitnya. Beliau hanya ingin ayahnya mendengar yang manis-manis saja bukan yang pahit-pahit. Aku melihat beberapa bulir air mata dari wajahnya saat beliau bercerita mengenai ayahnya yang akhirnya meninggal di pangkuannya. Saat ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya beliaulah yang membacakan laa ilaaha illalloh……

Subhanalloh Alloh memang Maha Membalas kebaikan.. Mukjizat Alloh terjadi beberapa bulan setelah sang ayah meninggal. Usaha produksi spare partnya  yang hampir bangkrut meningkat. Order datang dari mana-mana. Seolah air mata selama satu tahun lebih yang telah kering terbalas dengan hujan rezeki dari Alloh hendak membalas kebaikan anak dan bakti seorang anak kepada orang tua. Beliau mampu pergi haji, rumah yang baru dibangun, karyawan-karyawannya yang berjumlah tiga puluh orang pun sejahtera. Padahal sebelumnya beliau merencanakan akan merumahkan karyawan tersebut. Malahan karyawannya yang meminta untuk dirumahkan karena mereka merasa mereka digaji namun tidak bekerja. Hanya mengecek kualitas barang saja tanpa ada pesanan dari luar. Inilah contoh pemimpin yang dicintai bawahannya. Aku ingin menjadi seperti beliau.

Keesokan harinya aku datang dengan kakak iparku hendak mengambil dana yang sudah dijanjikan sang dermawan. Aku datang sore hari sekitar pukul 15.30 namun beliau belum datang juga. Ternyata mereka sedang mengantar anaknya belajar menyetir sekalian mengambil uang dari ATM. Tak lama kemudian kami pun larut dalam perbincangan dengan sang dermawan mengenai penyakit kanker, kisah ayahnya dan kisah teman kami yang masih menderita kanker. Lalu sejurus kemudian beliau memberikan amplop yang tebal. Ini kak, saya tidak bisa membantu banyak, saya merasakan sekali apa yang dirasakan pasien dan orang yang berada di sampingnya. Saya yakin hal itu sangat berat karena saya pun pernah mengalaminya. Mudah-mudahan uang 5 juta ini bisa sedikit membantu dan meringankan beban pasien dan orang yang merawatnya. Hatiku bergetar hebat. Aku pikir ibu tidak akan menyumbang sebesar itu. Aku seperti berada di dalam sebuah sinetron tentang orang kaya yang sangat dermawan dan sukses. Beliau melanjutkan ucapannya “Bagi saya harta itu titipan Alloh dan saya juga selalu ingat bahwa saya juga sedang mengantri untuk menemui Alloh SWT. Jadi semua harta itu tidak ada gunanya, saya hanya mengelola titipan Allloh itu supaya menjadi amal sholih. Saya kira saya cukup bahagia dengan kehidupan saya saat ini bersama suami saya. Saya merasakan kebahagiaan yang luar biasa ketika kami bisa merawat ayah dengan baik dan hingga akhir ajalnya beliau ridlo dan saya ridlo kepada beliau beserta ujian dari Alloh SWT dan saya kira barokah Alloh datang setelah ayah saya wafat, saat itu adalah tonggak sejarah bagi saya untuk yakin dan tak ragu sama sekali dengan ketentuan Alloh, Insya Alloh...Setiap kebaikan sekecil apapun akan ada balasannya.. Hanya waktunya saja yang berbeda-beda.. Subhanalloh… hati saya terenyuh masuk ke dalam haru yang luar biasa.. I was so speechless. Jika hatiku mempunyai mata,  kuyakin mata itu sudah berlinang deras air mata. Ya Alloh jadikanlah aku orang yang dapat bersyukur dan meneladani sang ibu yang dermawan. Jadikan pula aku anak yang berbakti kepada orang tuaku.. Amien..

Mentimun dari TPA Mei 1, 2011

Posted by azkyalfahd in Refleksi.
add a comment

Sore kemarin saya menyaksikan fenomena yang tidak biasa. Bagaimana tidak biasa, seorang ibu-ibu pemulung sedang asyik membersihkan dua buah mentimun yang dikerubungi lalat. Sang ibu menemukan mentimun itu di lahan tempatnya bekerja (TPA) anda tahu kan TPA? Bukan Taman Pendidikan Al Quran tetapi Tema Tempat Pembuangan Akhir sampah-sampah rumah tangga yang anda dibuang dan dikumpulkan menjadi bergunung-gunung sarang penyakit. Tempat yang suatu waktu pernah merenggut beberapa nyawa karena gunungan itu meledak akibat gas metana. Tetapi sang ibu pemulung tidak peduli, ia tetap mengunyah makanan sisa itu walaupun entah rasanya bagaimana. Saya hanya bisa menangis perih dan sesak menyaksikan pemandangan seperti itu.

Di negri yang kaya sumber daya alam buah-buahan dan sayuran ini tetapi penduduknya masih memungut sisa-sisa makanan busuk dari tempat yang tidak kalah busuk baunya. Saya menangis bukan karena tidak tega sang ibu memakan mentimun itu tetapi saya iri dengan sang ibu yang penuh syukur dengan makanan yang sudah tidak thayyib (baik dan maslahat) itu. Di wajahnya tidak sedikitpun tampak keluh kesah seperti yang sering aku lakukan. Ya, aku yang terlalu banyak mengeluh kepada Alloh karena Ia belum berkenan mengabulkannya.

Sang ibu, ia memahami hakikat bersabar dan menjadi teladan berjalan yang lebih berpengaruh daripada sekedar teks-teks di atas kertas seorang penulis buku agama dan lebih agung daripada penceramah dengan kata-katanya. Lewatnyalah aku hari ini belajar : “Jangan pernah menyia-nyiakan sekecil apapun makanan yang kita peroleh dari Alloh”. Jika kita makan, jangan lupa berdoa agar makanan yang kita makan menjadi barokah dan menjadi energi yang membuat kita melakukan amal shalih dan jangan lupa pula berbagi dengan tetangga di sekitar kita, terutama jika tetangga kita adalah orang yang memang kekurangan.

Rasulullah mewanti-wanti kita untuk memperbanyak kuah jika memasak sayur dan membagi-bagikannya kepada tetangga. Sungguh nasihat yang mulia dari pribadi yang mulia. Sekarang pertanyaannya apakah kita masih akan tertidur lelap sementara saudara-saudara kita di sana masih memungut sisa-sisa makanan yang kita buang percuma di tong sampah? Ya Alloh jauhkanlah negri ini dari kedzaliman para pemimpin dan penduduknya. Jadikan negri ini negri barokah yang engkau ridloi rahmati dan cintai.